logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bawa Sajam, Oknum Kades Ditahan

Bawa Sajam, Oknum Kades  Ditahan

KM, Sarei Ndai.- Jika tidak ingin berhadapan dengan hukum, maka ketentuan hukum seharusnya ditaati, bukan dilanggar. Jika tidak anda akan berhadapan dengan

Kriminal

KM Sarei Ndai
Oleh KM Sarei Ndai
04 Juli, 2014 22:46:12
Kriminal
Komentar: 4
Dibaca: 11714 Kali

KM, Sarei Ndai.- Jika tidak ingin berhadapan dengan hukum, maka ketentuan hukum seharusnya ditaati, bukan dilanggar. Jika tidak anda akan berhadapan dengan hukum dan berada dibalik terali besi. Seperti yang dialami Oknum Kepala Desa  (Kades) Tala Piti Kecamatan Ambalawi, Rudianto, 40 tahun, harus berurusan dengan polisi setelah terbukti membawa Senjata Tajam (sajam) kamis (4/7) malam sekitar pukul 22.00.

Oknum kades ini terpaksa digelandang ke Mapolres Bima setelah terjaring raziah gabungan di depan Polres Bima Kabupaten. untuk keperluan penyidikan kades bersama barang bukti serta mobil Avanza warna putih, diamankan di mapolres Bima.

Kades  tertangkap ketika melintas di pertigaan Desa Panda, Kecamatan Palibelo, tepatnya di depan Mapolres Bima. Pada saat itu, Kades terjaring operasi mantap brata polres setempat. Khabarnya kades tersebut baru saja dari Kecamatan Bolo menemui keluarganya, kades bersama keluarga yang hendak kemabli ke desa asalnya itu terjaring raziah.

 Saat digeledah, petugas berhasil menemukan sebilah pedang lengkap dengan sarungnya di dalam mobil Kades. “Dari tangan Rudianto, kami mendapatkan senjata tajam jenis parang sepanjang satu meter,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bima, Iptu Abdul Khaer, pada KM Sarei Ndai tadi.

Menurut kasat, saat ini Kades sedang menjalani pemeriksaan di Sat reskrim setempat. Sedangkan barang bukti berupa parang dan mobil yang digunakan kades juga ikut diamankan.

 

Baca Juga :


Kepada polisi, Kades mengaku membawa senjata tajam karena alasan keamanan untuk menjaga diri. Selain itu, jarak yang dilalui Kades cukup jauh dan sepi sehingga ia membawa sajam tersebut untuk kenyamanan. “Apalagi kita kan pulangnya malam pak, jadi saya bawa sajam itu untuk menjaga diri,” akunya.

Dijelaskan Khaer, tersangka akan dijerad dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Untuk sementara kasus tersebut masih dalam tahap proses penyelidikan. “Kasusnya masih diproses, walaupun dikenakan pasal sekian, tentu pengadilan yang bisa memutuskan,” pungkasnya. (Andre) -05



 

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. KM Bolo

    KM Bolo

    05 Juli, 2014

    KM Kaula, secara lngsung anda sudah memberikan komentar trkait oknum kades yg ditahan tsb. Krn anda sdh menulisx dlm kolom tulisan komentar. heheheheh...


    1. KM Kaula

      KM Kaula

      08 Juli, 2014

      Oo gitu ya? syukurlah kalau gitu.hehehe.


  2. KM Kaula

    KM Kaula

    05 Juli, 2014

    karena saya tidak tau persisi kondisi keamanan di Bima, makanya saya tidak berani komentar.


  • KM LENGGE

    KM LENGGE

    05 Juli, 2014

    Ya kalau menurut UU seh itu melanggar, tapi melihat keadaan dan apalagi kades ini jauh mungkin saja niatnya baik, karna dia pikir aparat tidak mampu dan menjamin kalau terjadi apa2 dijalan....makanya kades ini berpikir untuk melindungi diri lebih baik bawa senjata tajam


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan