logoblog

Cari

Tutup Iklan

Faktor Penyebab Terjadinya Tindak Kriminal

Faktor Penyebab Terjadinya Tindak Kriminal

Kriminalitas berasal dari kata crimen yang berarti kejahatan. Berbagai sarjana telah berusaha memberikan pengertian kejahatan secara yuridis berarti segala tingkah laku

Kriminal

Ali Mushar
Oleh Ali Mushar
11 Februari, 2015 09:16:10
Kriminal
Komentar: 0
Dibaca: 577178 Kali

Kriminalitas berasal dari kata crimen yang berarti kejahatan. Berbagai sarjana telah berusaha memberikan pengertian kejahatan secara yuridis berarti segala tingkah laku manusia yang dapat dipidana ,yang diatur dalam hukum pidana. Hal yang sama pernah dilakukan pula oleh para ahli suchen die yuristen eine definition zu ihrem begriffe von recht. (L.j Van Apeldoorn, Pengantar Ilmu Hukum,Pradnya Paramita, Jakarta,m).Berikut pengertian kejahatan dipandang dalam berbagai segi. Secara yuridis, kejahatan berarti segala tingkah laku manusia yang dapat dipidana,yang diatur dalam hukum pidana Dari segi kriminologi setiap tindakan atau perbuatan tertentu yang tindakan disetujui oleh masyarakat diartikan sebagai hukum dalam mencari arti hokum sebagaimana dikemukakan oleh Immanuel Kant noch kejahatan. Ini berarti setiap kejahatan tidak harus dirumuskan terlebih dahulu dalam suatu peraturan hokum pidana. Jadi setiap perbuatan yang anti social,merugikan serta menjengkelkan masyarakat,secara kriminologi dapat dikatakan sebagai kejahatan Arti kejahatan dilihat dengan kaca mata hokum, mungkin adalah yang paling mudah dirumuskan secara tegas dan konvensional.

Menurut hukum kejahatan adalah perbuatan manusia yang melanggar atau bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam kaidah hokum; tegasnya perbuatan yang melanggar larangan yang ditetapkan dalam kaidah hokum,dan tidak memenuhi atau melawan perintah-perintah yang telah ditetapakan dalam kaidah hukum yang berlaku dalam masyarakat bersangkutan bertempat tinggal.(Soedjono. D,S.H.,ilmu Jiwa Kejahatan,Amalan, Ilmu Jiwa Dalam Studi Kejahatan,Karya Nusantara,Bandung,1977,hal 15) Dari segi apa pun dibicarakan suatu kejahatan,perlu diketahui bahwa kejahatan bersifat relative. Dalam kaitan dengan sifat relatifnya kejahatan, G. Peter Hoefnagels menulis sebagai berikut : (Marvin E Wolfgang et. Al., The Sociology of Crime and Delinquency,Second Edition,Jhon Wiley,New York,1970,hlm.119.)We have seen that the concept of crime is highly relative in commen parlance. The use of term crime in respect of the same behavior differs from moment to moment(time), from group to group (place) and from context to (situation)Relatifnya kejahatan bergantung pada ruang,waktu,dan siapa yang menamakan sesuatu itu kejahatan.Misdad is benoming kata Hoefnagels; yang berarti tingkah laku didefenisikan sebagai jahat oleh manusia-manusia yang tidak mengkualifikasikan diri sebagai penjahat.

Dalam konteks itu dapat dilakukan bahwa kejahatan adalah suatu konsepsi yang bersifat abstrak. Abstrak dalam arti ia tidak dapat diraba dan tidak dapat dilihat,kecuali akibatnya sajaKriminalitas atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal.Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang maling atau pencuri, pembunuh, perampok dan juga teroris.Meskipun kategori terakhir ini agak berbeda karena seorang teroris berbeda dengan seorang kriminal, melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham Selama kesalahan seorang kriminal belum ditetapkan oleh seorang hakim, maka orang ini disebut seorang terdakwa. Sebab ini merupakan asas dasar sebuah negara hukum: seseorang tetap tidak bersalah sebelum kesalahannya terbukti.

Pelaku tindak kriminal yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman disebut sebagai terpidana atau narapidana Hampir setiap hari koran maupun telivisi memberitakan kasus-kasus kriminalitas yang menimpa masyarakat.  Bentuknya beragam. Ada  perampokan, pemerasan, perampasan, penjambretan, pembunuhan, perkosaan, pencopetan, penganiayaan,  dan kata lain yang mengandung unsur pemaksaan, atau kekerasan terhadap fisik ataupun harta benda korban.  Berikut ini salah satu contoh berita yang dikutip dari salah satu media di Surabaya.Tembak  Mati Polisi, Gasak Rp. 1,9 Miliar Perampokan di Bank Mandiri Capem Jl. Bukit Kota, Kota Pinang, Labuhan Batu. Bandit-bandit jalanan itu menembak dua polisi dan satu diantaranya kabur dengan membawa uang hasil rampokan.Polisi sulit mengetahui identitas pada perampok.Sebab mereka menutupi wajahnya dengan kain sebo ketika menjalankan aksinya. Aksi perampokan yang terjadi pukul 10.000 WIB pagi  itu diawali dengan kedatangan sebuah Daihatsu Troper berplat BM. Begitu berhenti di parkiran, beberapa penumpang mobil itu berhamburan turun. Mereka langsung memberondongkan tembakan ke udara.Empat orang menenteng senpi laras panjang dan dua senpi genggam,ujar saksi mata di tempat kejadian. Setelah  merobohkan Bripda Lauri, enam perampok masuk ke bank. Mereka menodong kasir lalu memaksanya untuk mengumpulkan uang yang ada di bank.Kasir yang ketakutan buru-buru mengambil semua uang seperti yang diminta perampok (JP, 26 Oktober 2004).    Kengerian, ketakutan, keheranan, kebencian dan bahkan trauma psikologis barangkali yang menjadi kata-kata yang terungkap setelah melihat atau mengalami peristiwa tersebut Banyak sudut pandang yang digunakan untuk memberikan penjelasan fenomena tindakan kriminal yang ada.

Kriminalitas merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang dan tindakannya itu tertuju kepada orang lain dan karna adanya niat untuk melakukanya.Kriminalitas adalah perbuatan yang dapat merugikan orang lain,dalam artian bisa menyebabkan penderitaan kepada orang lain seperti pemerkosaan,perampokan,pembunuhan,penculikan,pemalakan,dansebagainya.Seseorang melakukan tindakan kriminalitas karna adanya niat dan karna adanya kesempatan untuk melakukanya.Terutama dalam masyarakat perkotaan yang banyak sekali terjadi kriminalitas,karna dengan banyaknya penduduk,tingginya transmigran sehingga kriminalitas bisa terjadi kapan saja,dimana saja dan kapan saja.Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang hidup dalam ranah industry,hidup individual dan tingginya persaiangan untuk mendapatkan pekerjaan,sehiingga menyebabkan kemiskinan yang tidak diharapkan.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas (Aristoteles). Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf-taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok.Kita ketahui bersama bahwa masyarakat yang hidup dalam kemiskinan yang dimana mereka sangat sulit sekali mendapatkan pekerjaan,dan untuk memenuhi kehidupanya sehari-hari.Dengan keadaan ini seseorang akan tentu melakukan tindakan kriminalitas,seperti pencurian,perampokan,menyopet bahkan memerkosa.Tindakan seperti merupakan suatu masalah dalam masyarakat yang hidup dalam kemiskinan,kadang kala mereka terpaksa melakukan tindakan kejahatan karna kebutuhan ekonominya,dia harus memenuhi kebutuhan hidupnya supaya bisa bertahan hidup dia harus melakukan tindak-tindakan kriminalitas.

Maraknya kemiskinan di masyarakat perkotaan dan kepadatan penduduk yang di sebabkan oleh tingginya angka transmigran,hal inilah yang salah satu factor penyebab kemiskinan dan terjadinya tindakan kriminalitas.Masyarakat perkotaan yang mana kita ketahui itu selalu identik dengan sifat yang individual, matrealistis, penuh kemewahan,di kelilingi gedung-gedung yang menjulang tinggi, perkantoran yang mewah, dan pabrik-pabrik yang besar.Asumsi kita tentang kota adalah tempat kesuksesan seseorang.Masyarakat  perkotaan lebih dipahami sebagai kehidupan komunitas yang memiliki sifat kehidupan dan ciri-ciri kehidupannya berbeda dengan masyarakat pedesaan.Akan tetapi kenyataannya di perkotaan juga masih banyak terdapat beberapa kelompok pekerja-pekerja di sektor informal, misalnya tukang becak, tukang sapu jalanan, pemulung sampai pengemis. Dan bila kita telusuri masih banyak juga terdapat perkampungan-perkampungan kumuh tidak layak huni.

 

Baca Juga :


Masyarakat perkotaan yang hidup pada daerah-daerah kumuh,seperti hidup di bawah kolom jembatan,tempat pembuangan sampah yang intinya mereka hidup dalam serba kekurangan.Dari penulis sendiri mengatakan bahwa tindak kejahatan yang paling tingg terjadi adalah di masyarkat perkotaan.Apalagi yang hidup serba kurang tentu  mereka akan melakukan pencurian,perampoakn dan sebagainya seperti yang telah di jelasakan sebelumnya.Bahkan pemerkosaanpun bisa terjadi karna kurangnya pengawasan orang tua, ketidak saling kenalan,serta lingkungan yang begitu sempit dan kumuh,kesempatan untuk melakukan begitu besar.Seperti pemerkosaan yang terjadi di Jakarta pada anak yang berumur 11 tahun,hal ini terjadi karna lingkungan tempat tinggal korban sangatlah kumuh banyak sekali sampah bertumpukan dan kurangnya pengawasan orang tua sehingga pelaku dengan mudah menjalankan aksinya.Seseorang melakukan tindak kejahatan bukan saja karna adanya niat tapi karna ada kesempatan untuk melakukanya.

Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa di sini ini adalah kesalahn kita bersama,Orang yang melakukan pencurian,perampoakan,mereka melakukanya karna ada alas an yakni untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.Hal ini terjadi karna kurangnya perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan yang mendorong mereka untuk melakukan tindak kejahatan.Dan kurangnya pengawasan dari pihak aparat keamanan untuk menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat.

Faktor apa yang menyebabkan tindakan kriminalitas tersebut?. Penyebab terjadinya kriminalitas pencurian dan perampokan  dari aspek sosial psikologi adalah faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri, seperti sudah penulis singgung diatas bahwa kebenaran relatif itu relatif bisa menciptakan suatu sikap untuk mempertahankan pendapatnya diri  atau egosentris dan fanatis yang berlebihan. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi.Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidankadilan dsb, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya. Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan,Pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat. [] - 01

 



 
Ali Mushar

Ali Mushar

ali mushar lahir di bungtiang pada 27-12-1992 . Alumni STKIP Hamzanwadi Selong, pengalaman berirganisasi : Ketua bidang humas HMPS SOSIOLOGI 2012,Hmi, Ketua bidang sarana dan prasarana SIMIK 2013 , SEKRETARIS UMUM SINIK 2014 dan saya bercita-cita kulyah s

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan