logoblog

Cari

Made Peroleh Narkoba dari Bandar Australia

Made Peroleh Narkoba dari Bandar Australia

Tersangka IMR alias Made yang ditangkap Polres Lombok Barat Minggu (5/7) lalu selaku bandar narkoba mengaku barang haram yang diedarkannya merupakan

Kriminal

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
07 Juli, 2015 13:56:23
Kriminal
Komentar: 0
Dibaca: 14785 Kali

Tersangka IMR alias Made yang ditangkap Polres Lombok Barat Minggu (5/7) lalu selaku bandar narkoba mengaku barang haram yang diedarkannya merupakan jenis kokain, hasis, dan ekstasi didapat dari seorang warga negara asing. Tersangka Made mendapat kiriman dari Bandar asal Australia berinisial CR. Kini, pengakuan tersangka sedang didalami penyidik Satresnarkoba Polres Lobar.

Kapolres Lobar AKBP Yulianus Yulianto di Gerung, Selasa (7/7) menjelaskan, selama menjalani proses pemeriksaan, tersangka IMR membuka alur jaringannya. Ia mengaku jika barang bukti yang diamankan tersebut berasal dari warga negara asing. ”Pengakuan tersangka IMR barang-barang itu dikirim warga negara Australia,” katanya Kapolres.

Penjelasan tersangka ini sedang diselidiki kebenarannya. Menurut Yulianus, keterangan IMR belum bisa dipastikan, karena belum didukung alat bukti yang kuat. Kendati demikian, arah pengembangan penyidikan tetap menelisik pada bandar luar negeri. ”Kami akan kembangkan dulu, benar atau tidak tersangka berhubungan dengan bandar internasional,” jelasnya.

Yulianus berkeyakinan, dilihat dari jenis narkotika yang disita dari tangan tersangka, bila barang haram itu dikirim dari luar negeri. Apalagi, narkotika jenis hasis dan kokain pemakainya kebanyakan dari kalangan wisatawan asing. ”Bisa jadi. Tapi, kami tidak kejar pengakuan melainkan bukti,” katanya.

Dihadapan penyidik, Made mengakui jika semua barang bukti yang diamankan dari bungalow miliknya berasal dari bule Australia. Ia selalu mendapat kiriman dari negara tetangga dalam bentuk paketan.

”Tersangka menyebutkan pula identitas penyuplai barang. Yang pasti sumber narkotika itu dari warga negara Australia,” katanya.

 

Baca Juga :


Bisnis haram yang dijalani Made ini cukup menggiurkan. Pasalnya, tiap gram hasis dihargai Rp 3,5 juta. Belum lagi, dihitung hasil penjualan kokain dan ekstasi. Diperkirakan, pendapatan tersangka dari bisnis haramnya mencapai ratusan juta per bulan. ”Kalau di rupiahkan, satu gram hasis harganya Rp 3,5 juta,” kata Yulianus.

Made sendiri, kata Kapolres mengaku baru sebulan beraksi di kawasana wisata Gili Trawangan. Barang dagangan itu dijual kepada wisatawan lokal dan asing. Untuk narkotika jenis hasis dan kokain, kebanyakan dibeli orang asing. ”Dia ini punya jaringan. Yang jual itu, ada anak buahnya Made,” tegas Kapolres. (wardi) - 05

 



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan