logoblog

Cari

Kecurian di Hari Fitri

Kecurian di Hari Fitri

KM.Kaula. “Hari Lebaran” bagi warga sasak dalam memanggil Hari Raya Idul Fitri,  adalah seharusnya menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi setiap

Kriminal

KM Kaula
Oleh KM Kaula
23 Juli, 2015 06:31:46
Kriminal
Komentar: 0
Dibaca: 8733 Kali

KM.Kaula. “Hari Lebaran” bagi warga sasak dalam memanggil Hari Raya Idul Fitri,  adalah seharusnya menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi setiap orang, ternyata tidak berlaku bagi Habib yang merupakan panggilan akrab dari Bapak tiga anak yang nama lengkapnya adalah H. Habiburrahman Yusuf Akbar.“pasalnya”, Demikian kata orang malaysia, pagi itu ketika sedang melakukan solat ied di masjid, Bapak yang bertubuh tembam ini kehilangan beberapa barang berharganya. Begini ceritanya.
Karena ia ditunjuk oleh masyarakat untuk menjadi imam pada pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, maka pagi-pagi sekali Habib bersama istri dan ketiga anaknya berangkat menuju Masjid yang terletak lebih kurang 50 meter dari rumahnya.
Sebagaimana biasa pada setiap tahunnya bahwa pelaksanaan solat hari Raya Ideul Fitri di masjid Nurul Hidayah Dusun Punikasih memiliki beberapa rangkaian acara, mulai dari takbiran bersama sementara menunggu jamaah datang, lalu dilanjutkan dengan solat ied dan khotbahnya setelah itu laporan dari pengurus masjid atas keuangan masjid selama satu tahun berlalu, dilanjutkan dengan sepatah duapatah kata dari kepala dusun alias  bapak kadus dan di akhiri dengan salam-salaman alias musafahah.
Dalam kesempatan itu Bapak Habib yang kebetulan juga mejadi seorang kadus sekedar menyampaikan dan menjabarkan sebuah hadits yang maksudnya, “tidak dikatakan Islam kalau tidak bersatu, tidak dikatakan bersatu atau persatuan kalau tidak punya pimpinan dan tidak akan berarti banyak seorang pimpinan jika tidak di taati”. Setelah selesai semua prosesi tersebut, maka seperti biasa juga bahwa Habib tidak langsung pulang kerumah melainkan terus membonceng ibunya kerumah salah seorang Tuan Guru yang menjadi pimpinan Yayasan yang tidak jauh dari rumahnya untuk berziarah, sementara istri dan ketiga anaknya berjalan kaki, sepulang dari sana Habib mengantar ibunya pulang lalu kembali menjemput istri dan ketiga anaknya yang masih diperjalanan menuju rumah untuk pergi kerumah mertua untuk ziarah. Habib bersama istri dan ketiga anaknya langsung menuju rumah mertua dengan melewati depan rumahnya karena rumah Tuan Guru yang menjadi pimpinan yayasan dimaksud rumahnya berada disebelah selatan rumah Habib sementara mertuanya berada di sebelah utara.
Singkat  cerita, Sepulang dari rumah mertuanya Habib sekeluarga duduk-duduk sambil menonton TV, lebih kurang sepuluh menit, ada orang yang datang memberi salam, Habibpun keluar menemui orang yang memberi salam tersebut yang ternyata adalah Ulil Azmi bersama istrinya untuk berziarah.”bapak kok kelihatan panas sekali?’’, maklum habib keluar dengan hanya memakai sarung dan aju kaos saja, “ya memang saya agak panas baru pulang ziarah dari rumah mertua”,jawab Habib.  setelah itu Habib masuk kembali dan melanjutkan duduknya. Karena sadar belum solat duha, Habibpun keluar kekamar mandi untuk mengambil air wudlu, ketika mau buka pintu belakang ia melihat bekas kaki yang tergambar dengan bercak tanah diatas keramik persis di bawah pintu, Habibpun berfikir “perasaan tadi malam sudah difel?”, tapi iapun tidak berfikir panjang ia langsung mengambil air wudlu’ sekembali dari kamar mandi di depan pintu belakang, Habib melihat ada kayu bekas krepean pintu berserakan, iapun memandang keatas pintu dan ternyata kayunya sudah terlepas, Habibpun memanggil istrinya, “Laat” demikian ia biasa memanggil istrinya karena namanya solatiah, “coba lihat barang-barangmu mungkin ada orang yang pernah masuk kedalam rumah, ini bekasnya”, mendengar perintah suaminya, Solatiah langsung masuk kekamar anaknya karena disitu ada laptop dan langsung berteriak, “Kaak!, laptop kakak tidak ada juga modemnya”, coba cek uang perintah Habib lagi pada istrinya, Solatiahpun segera masuk kekamarnya sendiri memeriksa dompetnya yang sudah kosong, “Ya Kak sudah tidak ada,laptop kakak yang satunya juga, modem, tas kakak yang masih baru yang di beli kemarin di Jakarta, juga tidak ada”.
Akhirnya setelah di cek ternyata  ada beberapa barang yang lenyap diraup sang pencuri yaitu laptop hitam merk Dell, Note Book coklat merk Asus, Modem wifi merk 3, modem wifi dari telkomsel merk vodaphon, tas coklat merk grand pollo, hardisk eksternal merk axioo, memory card camera yang kebetulan berada dalam laptop, Hp Nokia. Emas berbentuk perhiasan Prempuan dan sejumlah uang.
Kondisi ini jelas membuat suasana gembira itu berubah jadi  cukup menyedihkan, persoalannya bukan semata soal seberapa kerugian material dari kehilangan tersebut tapi justru pada berapa file dan data yang hilang dari laptop dan hardisk tersebut.
Bagi para pembaca dimohon jika kebetulan ada orang yang ingin melelang laptop dengan ciri seperti yang tertulis diatas dimohon untuk segera komfirmasi ke Koordinator Kampung Media Kaula yang nomor dan alamat lengkapnya ada di profil Kampung Media Kaula, atas segala konfirmasinya sebelum dan sesudahnya kami sampaikan ucapan banyak trimakasih. () -01

 

 

Baca Juga :




 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan