logoblog

Cari

Tutup Iklan

Aksi Pencuri Motor Terekam di Kampung Media

Aksi Pencuri Motor Terekam di Kampung Media

Siang itu jarum telah menunjukkan pukul 12;15 menit. Kami baru saja selesai mengadakan rapat dengan semua dewan guru MA Al-Ilham NW

Kriminal

KM Kaula
Oleh KM Kaula
03 Februari, 2017 05:29:33
Kriminal
Komentar: 0
Dibaca: 12640 Kali

Siang itu jarum telah menunjukkan pukul 12;15 menit. Kami baru saja selesai mengadakan rapat dengan semua dewan guru MA Al-Ilham NW Selusuh terkait soal bagaimana menghadapi ujian akhir sampai pada acara penamatan. Setelah semua kelar, Rapatpun ditutup oleh kepala sekolah yang saat ini dijabat oleh H. Isma’il, QH., S. Pd. I. Sekalipun semua agenda sudah dibahas dan rapat dinyatakan ditutup, Namun karena di luar hujan sudah mulai turun, maka semua peserta tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya masing-masing, Mereka kemudian melanjutkan dengan ngobrol bareng tanpa judul dan tanpa arah sampai suara azan dimasjid terdekat terdengar jelas.

Masing-masing dewan guru secara bergiliran menuju ruang solat yang ukurannya tidak bisa menampung semua dewan guru untuk solat berjamaah, makanya solat berjamaah dilaksanakan secara bertahap. Sampai giliran saya selesai solat, diluar hujan masih mengguyur cukup deras. Sayapun kembali mengambil tempat duduk semula di atas kursi lalu merebahkan kepala di atas meja dan sayapun terlelap.

Begitu bangun saya melihat penunjuk waktu yang ada di HP telah menunjukkan lebih kurang pukul 13:30 menit. Saya menoleh keluar.  Hujan masih turun tapi dalam bentuk gerimis yang lumayan jarang, saya berfikir ini masih bisa dilawan, karena rumah saya dekat, saya yakin sampai rumah tidak akan basah maka sayapun mohon izin sama dewan guru yang lain untuk pulang duluan.

Karena makan, solat sudah kami lakukan di sekolah, maka sampai rumah saya Cuma membuka sepatu dan baju, saya masuk ke kemar tidur lalu merebahkan tubuh dengan  menaruh bantal sebagai pengganjal kepala. Hampir saja saya terlelap ketika tiba-tiba Hp yang saya taruh pas diatas batal berdering dan nama yang muncul di nomor panggilan adalah kepala sekolah.

Begitu saya tekan tombol pembuka sang kepala sekolah tanpa basa basi langsung mengatakan, “Cepat kembali kesekolah, ini motor pak emin kehilangan, coba liat di CCTV yang ada di tokonya Pak Tur, tidak ada yang bisa buka selain bapak”. Saya yang hanya memakai baju singlet segera bangun dan menyambar baju yang tergantung dekat pintu dan berlari sambil sepanjang jalan memperbaiki kancing baju yang belum terpasang lengkap.

Sampai dilokasi, Saya langsung dibimbing untuk masuk kamar dimana monitor CCTV terpasang di dalam toko. Saya yang memang sangat diharapkan akan bisa membuka layar CCTV, masih deg-degan. Karena saya sendiri belum pernah melakukan itu. Tapi karena sebagian besar warga mengetahui kalau saya cukup aktif di IT yang walaupun selama ini yang saya lakukan adalah menulis di komputer lalu publikasikan di kampung media. Tapi menurut warga kampung saya ini memiliki multe talent.Hehehe.

Karena saya tidak ingin membuat asumsi warga keliru dalam soal kemahiran saya di dunia IT, maka sayapun memegang mouse komputer lalu mencoba mengotak atik. Dengan modal sedikit bahasa inggris. Alhamdulillah apa yang dihajatkan oleh saya dan beberapa orang yang masih penasaran ingin melihat hasil rekanaman CCTV terkait pencuri motor tersebut bisa terbuka seperti yang dihajatkan bersama. Dan kiprah sang pencuripun terlihat jelas.

Mula-mula sang pencuri datang dengan mengendarai motor satria warna merah di gardu ronda yang pas berada di depan toko untuk bernaung dari hujan yang masih mengguyur. Setelah hujan sedikit reda, salah seorang keluar dari gardu dan berjalan kebarat yang kemungkinan menuju belakang kantor sekolah, karena CCTV tidak bisa merecord sampai belakang sekolah. Lebih kurang 15an menit, pemuda tersebut kembali, tapi ianya tidak kembali ke gardu dimana temannya masih menunggu. Tapi ianya langsung menuju tokonya pak tur dan duduk di kursi yang memang sudah disedikan oleh pemilik toko sebagai tempat duduk pelanggan.

 

Baca Juga :


Mungkin karena yang ada difikiran pencuri adalah bagaimana membawa motor hasil curiannya kabur secepat mungkin membuat sang pencuri gelisah dan terus memandang ke pintu gerbang sekolah yang lebih kurang 20an meter dari tempatnya duduk. Tidak lama berselang ia pun beranjak dari tempat duduknya berjalan ketimur lebih kurang lima menit memutar lewat halaman pak zaenuddin yang pas berada di depan pintu gerbang sekolah. Setelah berdiri sesaat di depan pintu gerbang, ia masuk. lalu lebih kurang 7 menit ia keluar lalu memberikan isyarat kepada temannya untuk merapat.

Sang temanpun masuk kedalam madrasah. lebih kurang 10 menit, yang satu keluar dengan mengendarai motornya sendiri dan lebih kurang dua menit ia menunggang diatas motornya didepan pintu gerbang madrasah temannya yang satu keluar dengan menunggang sepeda motor satria F U warna hitam keduanyapun meluncur kearah selatan dengan sangat kencang.

Anak-anak MTS yang menyaksikan gelagat keduanya dari awal bahkan sempat dudu berdampigan di kursi pembeli di toko dimana mereka juga duduk duduk, baru mulai curiga, jangan-jangan mereka adalah pencuri. Dan ternyata benar para guru MA yang keluar mau pulang karena hujan sudah reda kalau salah seorang dari mereka yang bernama bapak muhimin kehilangan motor.

Setelah sampai pada rekaman pencuri membawa kabur motor tersebut kami keluar dari ruangan monitor CCTV toko dan masing-masing orang sibuk dengan diskusi masing-masing yang secara bertahap terus berdatangan satu persatu dan semuanya kepingin melihat rekaman tersebut kembali.

Syahid cerita bahwa warga komunitas kampung Media sangat dibutuhkan oleh warga. Dan wargapun berkeyakinan bahwa warga kampung media rata-rata memiliki multi talenta terutama di dunia IT sekalipun faktanya terjadi deviasi hingga 180 derajat.jadi kesimpulannya bahwa kampung media sangat dibutuhkan oleh semua warga tidak Cuma di dusun dan di desa tapi juga dimana-mana. Sehingga sangatlah tidak berlebihan jika berbagai pihak tertarik dengan kampung media bahkan berbagai instansi dan lembaga ingin memberikan penghargaan pada kampung media. Dan jelas jadi sangat ironis jika ada bagian-bagian dari pemerintah terutama pemerintah NTB yang tidak care dengan kampung media. [] - 05

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan