logoblog

Cari

Tutup Iklan

Penipuan berkedok Bisnis Online, Konsumen Meradang.

Penipuan berkedok Bisnis Online, Konsumen Meradang.

Dompu, 21 Juni 2017, Di era Globalisasi dan berkembangnya tekhnologi yang sangat pesat ini, kebutuhan manusia akan segala sesuatunya sangat mudah

Kriminal

muhamad said
Oleh muhamad said
22 Juni, 2017 06:36:02
Kriminal
Komentar: 0
Dibaca: 25597 Kali

Dompu, 21 Juni 2017, Di era Globalisasi dan berkembangnya tekhnologi yang sangat pesat ini, kebutuhan manusia akan segala sesuatunya sangat mudah didapat dan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik itu jenis makanan, pakaian alat elektronik sampai alat rumah tangga yang terkecilpun mudah didapatkan di dunia yang serba teknologi ini.

Begitu banyak Perusahaan-perusahaan yang menawarkan barang dan jasa yang berbasis Online, dan hamper seluruh Indonesia berlomba-lomba mempromosikan barang kebutuhan masyarakat yang secara umum dan khusus, semuanya mendahulukan kepentingan konsumen diatas segala-galanya. Namun kegiatan penjualan Online ini tidak begitu berjalan mulus karena tindakan-tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan konsumen itu sendiri.

Seperti halnya yang diklakukan oleh salah satu perusahaan Online yang sedang membunging yaitu Shopee yang menawarkan beberapa barang berharga mahal dengan harga yang luar biasa murah, baik melalui iklan Media Elektronik, Media Cetak, Website dan Media Sosial sehingga pelanggannya tergiuruntuk membelinya, seperti barang-barang elektronik  Handphone yang ditawarkan melalui Website Shopee.

Salah satu konsumen dari Dompu Nusa Tenggara Barat saudari Ade Lery Cahyani  beralamat Jln. Udang Bali Satu Dompu yang tertarik akan iklan tersebut dan memesan salah satu barang elektronik Smartphone Samsung Galaxi S8 Plus dengan harga yang ditawarkan sebesar 1.5 Juta, tepatnya pada tanggal 2 Juni 2017 saudari Lery (Nama Panggilan) memesan Smartphone tersebut melalui WhatsApp (WA) ke nomor WA yang tertera pada Website Shopee nomor 082237364864 dengan Format yang berikan.

Komunikasi antara kedua belah pihakpun berjalan dengan lancar sampai akhirnya saudari Lery ini menuju ATM untuk mentransfer uang tersebut sesuai kesepakatan kedua belah pihak di Rekening 055-777-5804 Bank BNI atas Nama Ibu Pristiawati, untuk memperlancar transaksi maka bukti transferpun di kirim melalui WA, namun kejadian lain muncul setelah bukti transfer di kirim, tiba-tiba datang panggilan via telephon dari nomor 082348228181 yang menjelaskan proses transaksi kelanjutannya yaitu meminta saudari Lery untuk transfer lagi uang ke rekening yang sama, sebesar 3.5 Juta Rupiah dengan alasan uang itu untuk memperlancar proses pengiriman sesuai harga pasar, karena dikonfirmasi tidak ada uang sejumlah itu maka disuruh transfer 1.5 Juta Rupiah lagi, lagi-lagi saudari Lery tidak dapat mentrasnfernya karena kekurangan uang maka di suruh transfer 700 ribu Rupiah, setelah ditrasnfer maka datang lagi panggilan untuk menyuruh transfer 800 ribu Rupiah lagi karena yang 700 ribu Rupiah belum bisa memenuhi syarat dan akhirnya yang 800 Rupiah ribupun di transfer.

 

Baca Juga :


Uang dengan jumlah 700 ribu Rupiah dan 800 ribu Rupiah itu katanya akan langsung masuk kembali ke rekening tapi ternyata setelah dicek uangnya tidak ada yang masuk, setelah di konfirmasi kembali tiba-tiba nomor tidak bisa dihubungi sampai 3 minggu ini. Dan di minta konfirmasi melalui WhatsApp pun tidak ada Respon dari pihak tersebut.

Rencananya hal ini akan dilaporkan ke pihak yang berwajib untuk di tangani lebih lanjut agar oknum yang tidak betanggungjawab mendapatkan ganjaran yang setimpat.

Dari Kejadian ini kami mohon kepada pihak yang berwenang baik dari pihak pemerintahan lebih-lebih pihak yang berwajib agar dapat kiranya bertindak tegas kepada oknum bisnis online karena merugikan pihak konsumen. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan