logoblog

Cari

Tutup Iklan

Terkuaknya Kasus Pembunuhan Mutilasi Warga Dompu

Terkuaknya  Kasus Pembunuhan Mutilasi Warga Dompu

Dompu, Kampung Media - Ditemukannya potongan tubuh manusia dalam kondisi membusuk di dalam saluran irigasi, Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu

Kriminal

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
05 Maret, 2018 12:05:49
Kriminal
Komentar: 0
Dibaca: 28645 Kali

Dompu, Kampung Media - Ditemukannya potongan tubuh manusia dalam kondisi membusuk di dalam saluran irigasi, Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (27/02/2018) lalu, sempat menggegerkan warga dompu.  

Potongan tubuh manusia itu awalnya ditemukan pertama kali oleh pemilih lahan berinisial FR. begitu melihatnya, langsung dilaporkan kepada warga sekitar dan pihak kepolisian.  

Polisi yang terjun langsung ke lokasi kemudian mengevakuasi jasad tersebut. Kemudian melakukan penelusuran di sekitar lokasi penemuan. Alhasil, polisi bersama warga menemukan potongan tubuh lainnya berupa dua tengkorak kepala dan tulang belulang dengan jarak dua kilometer dari lokasi satu ke lokasi lainnya, total ada lima lokasi penemuan potongan tubuh manusia. 

Atas temuan itu, polisi memastikan mayat tersebut berjumlah dua orang dan diduga sebagai korban pembunuhan. 

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas kedua korban dan siapa pelaku dibalik meninggalnya korban. Tak butuh waktu lama, kedua korban diketahui bernama Irwansyah alias Tofan 23 tahun dan Imran Sahlan 15 tahun, setelah ada pengakuan keluarga korban yang mengenali dari celana yang dikenakan oleh korban. 

Menurut pengakuan keluarga korban, kedua korban sebelum ditemukan meninggal telah meninggalkan rumah selama 15 hari. Tidak ada yang menaruh curiga terhadap ketidakberadaan kedua korban. 

Untuk mengungkap siapa dibalik meninggalnya kedua korban, polisi hanya butuh waktu 8 jam. Tujuh orang pelaku berhasil ditangkap dan diamankan. Mereka adalah adalah Usman M Ali, 42 tahun, asal Dusun Campa Desa Bakajaya, Kecamatan Woja Dompu. Irfan, 18 tahun dan Syarifudin alias Rambo, 23 tahun, keduanya merupakan anak kandung dari pelaku Usman M Ali. 

Empat orang pelaku lainnya adalah Amirudin alias Angga 18 tahun, asal Desa Bara Kecamatan Woja Dompu, Hermansyah alias Ryan, 21 tahun, asal  Desa Bara, Kecamatan Woja Dompu dan Mus 27 tahun asal Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja Dompu. 

Berdasarkan pengakuan para pelaku kepada polisi, korban dihabisi karena para pelaku kesal dengan perbuatan kedua korban yang kerap mencuri ternak ayam dikandang para pelaku tempat bekerja. 

Suatu malam, salah seorang pelaku mendapati korban Imran sedang menyelinap dikandang ayam. Pelaku kemudian memanggil pelaku lainnya dan menggejar pelaku. 

 

Baca Juga :


Saat ditangkap, korban Taufan sempat melawan, namun karena tidak punya senjata, akhirnya kalah dengan yang bersenjata. Taufan dibacok hingga tewas oleh pelaku. Sementara korban Imran sempat bersembunyi, naas Irman disergab dan dibacok pada bagian punggung, tangan dan kaki hingga terputus. Kedua korban sempat disimpan dibawah pohon pisang dan sehari sesudahnya dibuang di saluran irigasi. 

Awalnya keterangan yang disampaikan para pelaku berubah-ubah dan tidak mengakui membunuh pelaku dengan senjata tajam, tapi karena disengat oleh aliran listrik yang dipasang untuk umpan babi hutan. Polisi tidak percaya begitu saja, akhirnya dilakukan visum dan uji forensik. Terkiaklah bahwa meninggalnya korban disebabkan oleh hantaman benda tajam dan ditemukan luka bacok pada paha salah satu korban. 

Terkuaknya misteri kasus pembunuhan dengan mutilasi ini, mendapat respon dari warga dan keluarga korban. Sehari setelah ketujuh tersangka ditangkap, warga melakukan aksi pembakaran terhadap enam kandang ayam (TKP dibunuhnya kedua korban) dan satu unit rumah pelaku. 

Prihatin dengan kondisi tersebut, Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Firli, M.Si., Jumat (02/03/2018) turun langsung rumah duka dan menemui keluarga kedua korban. Disitu, Kapolda memimta warga untuk tidak lagi main hakim sendiri serta meminta keluarga korban untuk ikhlas terhadap musibah yang menimpa anggota keluarganya. 

"Ini sudah terjadi dan sudah kita ungkap, sekarang kita serahkan kepada hukum. Jangan main hakim sendiri, jangan menyerang warga lain, jangan terjadi lagi kekerasan apapun kepada warga lain," ujarnya pada warga. 

Sementara itu, dalam keterangan persnya di Dompu, Jenderal Firli, menyebut para pelaku masih dilakukan penyelidikan mendalam oleh penyelidik. Para pelaku diancam hukuman mati karena telah melanggar pasal 338 dan 359 KUHP dengan tindakan menghilangkan nyawa orang lain. 

"Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa, yang jelas saat ini mereka dikenakan padal 338 dan 359 KUPH," jelasnya. (Faruk) 



 
KM Ncuhi Saneo Woja

KM Ncuhi Saneo Woja

Nama : Faruk alamat : Desa Saneo Kecamatan Woja Email : sapedampoka@gmail.com No HP : 085205235696 Hargailah orang yang menghargai orang, maka orang akan menghargai orang yang menghargai orang.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan