logoblog

Cari

Tangkap Pelaku Vandalisme

Tangkap Pelaku Vandalisme

MATARAM-Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mendukung penuh, langkah Pemkot Mataram, untuk menyeret pelaku aksi vandalisme, yang sasarannya adalah puluhan

Kriminal

Yuyun Erma Kutari
Oleh Yuyun Erma Kutari
22 September, 2019 11:11:46
Kriminal
Komentar: 0
Dibaca: 782 Kali

MATARAM-Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mendukung penuh, langkah Pemkot Mataram,
untuk menyeret pelaku aksi vandalisme, yang sasarannya adalah puluhan pot bunga ditendang di jalur
Bypass BIL II, ke meja hijau.


Menurutnya, perbuatan tersebut tentu tidak bisa dibiarkan karena tidak saja merusak keindahan kota,
tetapi juga merugikan kepentingan publik. Sehingga, saat publik bereaksi keras terhadap perbuatan
vandalisme tersebut, diakui Didi ini merupakan tindakan wajar dan masuk akal.


“Langkah pemkot yang telah melaporkan dan bersinergi dengan pihak kepolisian merupakan langkah yg
tepat,” jelasnya.


Dirinya berharap, pihak kepolisian segera mengambil langkah cepat, untuk memburu pelaku dan
mengusut perbuatan tersebut sampai tuntas.


“Siapapun yang berbuat harus ditindak tegas,” jelasnya.


Sebelumnya, Kapolres Mataram AKBP Syaiful Alam mengatakan, perusakan di tempat umum masuk
dalam ranah kepolisian. Pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan masih menelusuri saksi-saksi. Yang
melihat peristiwa perusakan pot di jalur Bypass BIL II.


Apalagi wilayah perusakan pot berada di pintu masuk dan ke luar Kota Mataram. Artinya, ini juga
menjadi atensi kepolisian bersama TNI. Melakukan patroli berkala di sana.
“Koordinasi dengan pemkot juga tetap dilaksanakan,” jelasnya.


Dengan langkah tersebut, Didi menilai, menyeret pelaku ke jeruji besi merupakan tindakan pendidikan
hukum dan langkah penertiban umum. Sehingga, dari sini diharapkan bisa menjadi pembelajaran
masyarakat. Ada konsekuensi bila pelanggaran itu dilakukan. Apalagi dengan sengaja dan memiliki
motif.

 

Baca Juga :



Dijelaskan, terhadap penerapan hukum bagi pelaku dapat dijerat diantaranya dikenakan pasal 406
KUHP subsider Pasal 489, pasal 406 KUHP tentang perusakan barang.
“Pelaku bisa diancam hukuman 2,8 tahun hingga 5,6 tahun penjara,” terangnya.

Selain tindakan represif, penguatan tindakan preventif harus masif dilakukan. Hal ini untuk mendidik
masyarakat akan pentingnya perlindungan kepentingan umum. Didi menyarangkan, baiknya dipasang
cctv dibeberapa titik strategis dan pelibatan masyarakat.


Apalagi dengan memanfaatkan fasilitas tekhnologi, akan lebih memudahkan bagi publik untuk terlibat
atau berpartisipasi mengamankan kepentingan publik.


“Untuk membangun sistem tersebut bisa diatur melalui peraturan walikota sebagai implementasi dari
peraturan perundang-undangan khususnya tentang ketertiban umum,” kata Didi.


Termasuk juga mensinergikan unsur seluruh OPD terkait. Seperti Satpol PP, Dishub, Bakesbangpol,
hingga ke jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan dan lingkungan serta babinsa dan babinkamtibmas
“Ini sekali lagi perlu untuk bersinergi dala menangani berbagai hal yang berkaitan dengan ketertiban
umum dan berbagai ancaman kriminalitas lainnya,” tandas Didi. (yun)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan