Rumah Digeledah, “Bandar” Narkoba Dibekuk

KM-Bolo—Negara Indonesia menyatakan perang melawan narkoba. Tidak tanggung-tanggung, siapapun pelaku pengedar barang haram tersebut, tetap dijerat hukuman mati. Tercatat tahun 2015, ada 13 gembong narkotika yang telah divonis mati. Selain warga negara asing, warga negara Indonesia pun tak luput dari jeratan eksekusi mati. Bahkan masih ada puluhan yang menjadi calon terpidana mati dalam kasus yang sama. Ini berarti, sebuah sikap tegas Presiden Joko Widodo melawan narkoba.

Beredarnya barang haram yang mengancam generasi bangsa tersebut, tak hanya di kota-kota besar. Justeru terjadi pula dibeberapa pelosok desa di sejumlah daerah/kota di Indonesia. Meski demikian, polisi terus gencar menyusup untuk mengungkap jaringan-jaringan pengedar narkotika itu. 

Seperti yang terjadi, Kamis (14/5/2015) malam. Satuan Reserse anti narkoba Polres Bima Kabupaten, melakukan penggeledahan salah satu rumah di RT05/RW03 Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Provinsi NTB. Diketahui, penggeledahan rumah milik berinisial IS alias DW, terjadi sekira pukul 21.50 Wita (malam).  

Suasana pada malam itu begitu sunyi meski belum masuk waktu tengah malam. Kepala Desa Rasabou Julkisman SH, sontak kaget mendapat informasi dari polisi adanya tujuan mereka. Karena demikian, Kepala Dusun 03 Ali Ahmad, diminta untuk segera mendampingi satuan polisi yang akan melakukan penggeledahan rumah tersebut.

“Saya kaget ada perintah dari pak kades agar mendampingi dalam penggeledahan itu. Bahkan sebelum masuk ke TKP, polisi menyuruh saya untuk memeriksa seluruh pakaian seragam anggota. Tujuannya untuk menghindari imiz lain alias bersih dan tidak ada barang haram yang sengaja dibawa masuk ke tempat penggeledahan,” ujar Ali Ahmad saat menemui kepala desa, pagi setelah kejadian.

Rangkaian mekanisme telah dilakukan malam itu. Satuan tim anti narkoba bersama kepala dusun akhirnya masuk ke TKP. Beberapa anggota lainnya disiagakan di luar sekitar lokasi. Di dalam rumah, polisi bertemu dengan pemilik (DW). Polisi pun menyampaikan tujuan kedatangan mereka. DW yang diduga sudah lama menjadi salah satu target operasi tersebut tak berkutik. Sehingga penggeledahan dilakukan dari kamar ke kamar.

Dalam penggeladahan, kepala dusun diminta terus untuk mendampingi anggota polisi yang mencari barang haram tersebut. Aroma barang yang dicari pun, seakan memberikan isyarat bahwa baru saja usai pesta. Sosok seorang gadis berinisial Y, tersendak menangis sekitar sudut dinding ruangan kamar tamu. Diketahui, perempuan setengah baya itu adalah gadisnya DW.

Penggeledahan terus dilakukan. Tangisan kecil seorang gadis yang bertekuk lutut itu, tak mempengaruhi langkah polisi mencari barang tersebut. Waktu terus berjalan, komunikasi intens antara anggota yang ada dalam TKP (rumah) dengan di luar, terus dilakukan. Tak lama pula, satu per satu alat yang dipakai hisap ditemukan. Sejumlah barang yang dipakai lainnya, juga diambil. Baik yang disimpan dalam lemari kulkas maupun sisa yang barusan digunakan. Namun setiap barang ditemukan, polisi meminta pada DW untuk mengambilnya sendiri.  

Sementara DW yang hanya diam kebingunan, tak lepas dari pengawalan polisi. Hingga di kamar pribadinya, anggota tim anti narkoba bersama Kadus masuk dan menggeledah beberapa tempat. Akhirnya satu paket cristal sabu yang disimpan dibawa bantal tidur ditemukan. Kadus pun diminta polisi untuk mengambil barang itu.

“Barang ini ditaksirkan seharga Rp2 juta pak,” kutip Ali dari penyampaian anggota sat narkoba malam itu.    

Setelah menemukan satu paket tersebut, baju dan celana yang dipakai DW langsung diperiksa polisi. Kemudian DW tiba-tiba diborgol dan dibawah menggunakan truk pasukan. Sementara seorang perempuan yang menangis sedih, hanya melihat pasrah kepergian kekasih gelapnya itu. Namun tak berakhir sampai disitu, karena dirinya akan dihadirkan untuk dimintai keterangan.

Pasca penggeladahan malam itu, satu per satu warga keluar. Terlihat mereka berdiri kelompok-kelompok di sekitar TKP, Jalan Lintas Sumbawa Desa Rasabou. Pembicaraan tentang kejadian yang barusan terjadi tak terasa, dan mulai meredup seiring kesunyian malam.

            Kabag OPS Polres Bima Kabupaten AKP Muslih HA menjelaskan, hasil penggeledahan malam itu, polisi menemukan dan menyita beberapa barang bukti (BB). “Seperti satu paket cristal sabu, 1 linting ganja bekas dipakai, 1 buah kaca slinder, 5 buah korek api gas, 2 buah tutupan alat plastik bekas alat gom, 4 batang tipet palstik, 1 unit timbangan elektornik, uang senilai Rp605.000, dua unit HP dan satu buah dompet,” ungkapnya di konfirmasi di Mapolres Bima Kabupaten, Jum’at (15/5/2015) pagi.

Sementara itu, polisi belum memastikan keterlibatan DW, baik sebagai pemakai maupun pengedar. Namun jika merujuk dari sejumlah barang bukti yang disita tersebut—selain sebagai pemakai—DW diduga bandar dan pengedar narkoba yang memiliki akses jaringan tertentu. Hal ini menyusul adanya salah satu bukti alat timbang elektronik yang disita polisi.(adi)

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru