Kasus Pencabulan Anak Kembali Terjadi di Dompu

KM, Woja/Saneo - Kasus pencabulan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Dompu. Setelah beberapa hari lalu terjadi di Desa Buna, Kecamatan Woja, kini kasus yang sama kembali terjadi di Desa Saneo, Woja.

Kasus pencabulan ini, menimpa anak dibawah umur yang masih duduk dibangku Kelas 2 Sekolah Dasar (SD), sebut saja Mawar Melati (nama samaran). Sedangkan yang diduga pelakunya masih duduk di bangkus Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial DA (18). Parahnya, pelaku merupakan paman korban sendiri.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Dompu. Penahanan pelaku dilakukan menyusul dengan adanya laporan dari keluarga korban setelah mendengar pengakuan korban.

Terungkapnya kasus tersebut, ketika korban disuruh mengambil buah pepaya oleh orang tuanya. Saat itu, orang tuanya melihat alat kemaluan korban yang sudah melebar.

Menurut pihak kepolisian, kejadian kasus pencabulan ini terjadi sekitar Juni lalu. Kejadian pencabulan terakhir terjadi pada bulan Agustus lalu.

Hal ini sesuai dengan hasil penyidikan Satuan Reskrim Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Dompu. Itu juga diperkuat hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu.

Pada hasil visum tersebut diketahui bibir kemaluan korban mengalami memar kemerahan.

Saat ini pelaku dikerangkeng di sel tahanan Polres Dompu. Kasat Reskrim  Polres Dompu AKP Herman yang ditemui media ini Selasa (27/10/2015) siang kemarin menuturkan, pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 pasal 76 E, 282 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Kasat reskrim juga berharap orang tua harus berperan aktif dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya.

Selama beberapa bulan terakhir ini, angka kasus pencabulan terhadap anak semakin tinggi dan didominasi terjadi atas orang terdekat korban. [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru