Lantaran Tramadol, Ibu Kandung Disiksa

TEGA MENYIKSA IBU KANDUNG LANTARAN TRAMADOL

Sekumpulan pelajar  SLTA di Kecamatan Batukliang Utara dan Batukliang kepergok pesta Tramadol yang terdiri dari siswa SMKN 1 Batukliang Utara 1 orang,  SMAN BKU 1 Orang, MA Mansyurati Belasan orang, SMA Islam Kokoh Lenek 5 orang, sehingga total keseluruhannya 40 orang. Sebagiannya dijemput ke sekolah ketika mereka sedang belajar dan digiring ke Kantor Desa Aik Bukak.


Yang mula pertama ditangkap adalah seorang anak yang berasal dari Dusun Petikus Desa Aik Bukak yang kedapatan mencuri ayam. Setelah Ia dipaksa dengan berbagai cara, akhirnya Ia mengaku bahwa uang hasil penjualan ayam yang dicurinya digunakan untuk membeli Tranmadol. Ia juga ditanya dengan siapa Ia biasa makan pil tersebut? Ia mengaku dengan menyebut salah seorang temannya, teman yang disebutnya itu lalu dijemput, sampai dikantor desa temannya itu juga ditanya lalu menyebut beberapa orang temannya yang selanjutnya teman yang dia sebut itu segera di jempat dan ditanya, begitu seterusnya sehingga terkumpullah semua teman-temannya tersebut. Yang mana salah seorang dari groupnya itu adalah salah seorang anak yang sehari sebelumnya memang sudah ditangkap berdasarkan hasil laporan warga atas tindakannya yang memukuli orang tuanya lantaran meminta uang sejumlah sepuluh ribu tapi yang dikasi cuma lima ribu lantaran ibunya tidak punya uang sejumlah yang diminta.

Karena permintaanya tidak dipenuhi orang tuanya, Maka tidak tanggung-tanggung. Adi bukan nama sebenarnya memukul dan menendang orang tuanya. tidak puas dengan tangan dan kaki, adi juga mengambil batu yang dilemparkan kepundak ibunya yang membuat ibunya langsung jatuh pingsan. Tidak puas dengan itu, Ia juga memecahkan semua kaca jendela rumahnya hingga pecah bahkan temboknya dibeberapa bagianpun ikut roboh. Aksi Adi baru berhenti setelah semua warga berkumpul termasuk kepala desa Aik Bukak yang memang terkenal sangat pemberani terhadap siapapun yang berbuat kesalahan terutama sekali pencuri. Karena memang dari sejarah keturuan kades mulai dari orang tuanya adalah musuh bebuyutan para pencuri. Dan keturunan beliaulah yang bisa membuat para pencuri jadi keder bahkan sangat berkurang hingga saat ini.

Kembali ke persoalan diatas, setelah semua komplotan anak remaja  yang suka pesta tramadol ini dikumpulkan untuk diberi arahan dan pembelajaran, masing-masing orang tua mereka juga di panggil untuk mencarikan solusi terbaik terhadap persoalan yang tidak Cuma menjadi persoalan anak-anak dan orang tua mereka masing-masing tapi juga menjadi persoalan seluruh warga  dimanapun berada. Karena sangat disadari memang bahwa bahaya narkoba dan sejenisnya adalah bahaya yang sangat besar bahkan bisa masuk kategori bahaya laten, yaitu bahaya yang bisa mengancam kapan saja,dimana saja dan kepada siapa saja.

Setelah cukup alot dirundingkan dengan semua pihak, maka pada kesempatan itu disepakati bahwa orang tua dan masing-masing anak membikin surat perjanjin untuk tidak akan pernah mengulangi kejadian serupa, dan jika dikemudian hari ditemukan kembali mengkonsumsi, atau membeli dan menjual obat sejenis, maka masing-masing yang bersangkutan akan dikenakan sangsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru