Polda NTB Ciduk Pengedar Lady Pink Di Mataram

 

Kampungmedia Mataram - Peredaran pil extacy yang beken disebut Lady Pink hampir merambah hingga pelosok kampung. Peredaran jenis narkoba tersebut bagaikan mesin pembunuh terhadap generasi bangsa.
Jajaran Polda NTB secara intensif terus melakukan operasi dalam rangka memerangi peredaran pil haram tersebut dengan menggelar razia disejumlah cafe.

Kasubdit I Ditres Narkoba Polda NTB AKBP Sumaedi SH.,MH., didampingi Kabid Humas Polda NTB AKBP H. Purnama SIK menjelaskan, pada saat konfrensi pers di Loby Polda NTB, Kamis (28/2).

Pelaku berinisial WS (50) diduga sebagai pengedar narkoba.

 

“Polisi menangkap pelaku saat polisi tengah menggelar razia di sebuah cafe di wilayah Cakranegara Kota Mataram.”

Saat itu WS datang dan terlihat membuang sesuatu yang diketahui berisi lima butir pil ekstasi.

Saat diintrogasi WS mengaku bahwa barang bukti itu miliknya yang didapatkan dari seorang berinisial UD asal Lombok Timur, ungkap AKBP Sumaedi.

Pelaku asal Mataram ini kemudian digelandang ke Polda NTB guna proses pemeriksaan lebih lanjut WS mengaku ekstasi tersebut dibeli seharga Rp1,5 juta

Lima butir ekstasi warna pink setelah ditimbang dengan berat bersih memiliki berat masing-masing 0,37

Dengan berat keseluruhan seberat 1,85 gram yang dibungkus dengan plastik transparan dan dibungkus lagi dengan menggunakan kertas alumunium foil, ujarnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(N3G)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru